Mujigunarto’s

Perlukah data Ordinal di transformasi ke Interval dengan MSI?

Posted on: 25 Desember 2008

Menurut Prof. Dr. Imam Ghozali, M.Com. dalam satu diskusi menyatakan bahwa:
“Sebenarnya perdebatan penggunaan data skala ordinal atau data skala interval dalam analisis regresi sudah selesai pada tahun 1950an, namun ada beberapa universitas di Indonesia yang mengharuskan data ordinal dirubah dulu ke data interval baru dapat dianalisis dengan multivariate (analisis regresi atau analisis path). Di jurnal-jurnal ilmiah tidak pernah dipersoalkan bahwa data ordinal harus diubah dahulu mejadi interval, karena mereka sudah clear masalah ini 50 tahun lalu dan kita masih mempersoalkan sampai saat ini.”

Data ordinal dengan Skala Likert STS(1), TS(2), R(3), S(4), SS(5) jika diubah
skalanya menjadi interval maka skore interval akan mirip sama urutannya dengan skore asli ordinal dan berkorelasi sebesar 99%. Jadi data asli ordinal sama dengan interval dan dapat dianggap interval. Yangmembedakan adalah interpretasi model dari hasil analisis anatra data ordinal dengan data interval. Misalkan ada model regresi sebagai berikut:
Y = a + b1X1 +b2X2
Y = 0.50 +0.25X1 +0.30X2
Jika data interval misal Y = Produksi padi (ton/Ha), X1 = Pupuk UREA (kg/Ha) dan X2 = Bibit (kg/Ha), maka interpretasinya adalah kalau pupuk dinaikan 10% maka produksi padi akan naik 2.5%, kalau bibit naik 10%, maka produksi padi naik 3%.
Akan tetapi kalau data kita ordinal (kualitatif) misal Y= kepuasan kerja, X1=Komitmen, X2=motivasi, maka tidak bisa diinterpretasikan jika komitmen naik 10% maka kepuasan naik 2.5% (karena datanya kualitatif) jadi hanya bisa dikatakan bahwa komitmen berpengaruh (signifikan) terhadap kepuasan kerja seberapa besar pengaruhnya tidak tahu (karena kualiatif). Walaupun data ordinal tadi sudah menjadi interval tetap saja kita tidak bisa interpretasi seperti data kuantitatif karena data aslinya adalah kualitatif.

About these ads

4 Tanggapan to "Perlukah data Ordinal di transformasi ke Interval dengan MSI?"

Pak Muji, ada rujukan jurnal atau buku ilmiah ga yang menyebutkan bahwa untuk analisis regresi skala ordinal sebenarnya ga perlu memakai data interval. Ordinal saja ga papa.

Makasi…

Coba kontak pa Gozali, beliau punya buku referensinya…

betul sekali pak, saya lagi skripsi dan menggunakan analisi regresi, data ordinal saya harus di transformasi ke interval, seandainya tidak saya transformasi apakah akan berpengaruh terhadap hasil penelitian atau tidak???

Betul itu pak Muji.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Halaman

Desember 2008
S S R K J S M
« Apr   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Blog Stats

  • 47,869 hits

Klik tertinggi

  • Tidak ada

Flickr Photos

More Photos
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: